Dahulu kala, di bawah langit Serambi Mekkah yang agung, Sultan Ahmad memerintah dengan bijaksana. Namun, demi menjaga kedamaian di tanah yang luas, ia mengambil keputusan besar untuk membagi kekuasaannya. Di hadapan putra tertuanya, Ibrahim, sang Sultan membentangkan peta wilayah yang akan menjadi tanggung jawab mereka masing-masing. "Jagalah tanah ini dengan jiwamu," bisik sang ayah, memberikan amanah atas wilayah Aceh Lhèe Sagoe kepada putra sulungnya.